Sabtu, 04 Juni 2011

Paman Sam Selangkah Menuju Kematian


Uncle Sam selangkah menuju kematian

Sebuah ancaman oleh Standard & Poor's untuk memotong peringkat AAA utang pemerintah AS dan kekhawatiran baru tentang krisis utang Eropa mendorong aksi jual di pasar saham utama dunia pada hari Senin.

Langkah S&P dan kekalutan dunia bisa dipahami karena selama ini tak kunjung ada tanda-tanda kesepakatan atau program meyakinkan untuk memangkas utang masif tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir defisit dan utang terus membengkak, tertinggi di antara negara maju, diperparah dengan biaya krisis (bail out dan stimulus ekonomi) serta pembiayaan perang.

Terus membesarnya defisit dan utang dimungkinkan mengingat nama besar AS selama ini dianggap jaminan mutu sehingga kreditor atau investor mana pun rela memegang surat utang negara itu sebagai salah satu bentuk investasi atau penempatan dana menganggurnya kendati imbal hasil rendah dibandingkan surat utang negara lain.

"Global finance chiefs" memperingatkan bahwa tindakan cepat sangat dibutuhkan untuk menghindari gelombang baru krisis ekonomi. Dan pertemuan musim semi tahunan tentang ekonomi dunia memperingatkan proyeksi keuangan yang mengerikan.

“We are one shock away from a full-blown crisis”, said Robert Zoellick, World Bank president.

Negara paman sam sedang mengalami sakit berat, negara yang selalu ikut campur dalam menangani krisis negara lain lewat IMF ternyata tidak bisa mengobati dirinya sendiri.

"uncle sam, u will died", hahahaha....
ref:
http://rt.com/news/us-debt-recession-finance/
http://rimanews.com/read/20110421/24698/krisis-hutang-masif-dan-hegemoni-yang-makin-tergerus
http://www.hif.co.id/id/news-and-analysis/news/1801-saham-jatuh-setelah-diperingatkan-oleh-s-a-p-.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar